Sabtu, Mac 08, 2008

Mengenang Bentar

Bismillahirrahmanirrahim...

Dan tika aksara
mula mencetus bicara
dan kalimah itu sufi
memikat hati diam murni

saat lontaran kata
tiada senandung berlagu
dan hati tetap mengerti
memahami insan
mahu pasti janji yang dipateri

telak dipandang
warna-warna hati
dan saat itu
makin difahami
garisah dicorak riang

dan di pundak hati
pasti diingat
firmanNya nan agung
ni'mat Tuhan yang mana lagi
telah kau dustakan?

kepada Dia didetakkan
sebanyaknya zikir syukur
dekat Dia di hati
kian dekat hati dengan Dia

segala puji bagiNya atas ar-Rahman dan ar-Rahim milikNya..

Raehan QA - 311207

Sangat suka puisi ini. Ana tahu apa yang bestnya pada puisi ini. Hehehe...
[ketawa seorang diri ;D]
Best best best.

Hmm, malam ni bahagia saja alhamdulillah. Sebab natijah P*U yang sedikit sebanyak membuahkan kesyukuran dari hati. Alhamdulillah! Allahu Akbar!

Banyakkan baca surah al-Fill kata dia sampai habis natijah diumumkan. Hmm...

Sungguh hidup itu bermakna hanya bila kita memaknakannya dengan segala makna yang kita maknakan :)

Aslim taslam.

Tiada ulasan: