Ahad, Januari 06, 2008

Kepingin dan Mengidam Manikam Kalbu


BismiLlahirrahmanirrahim...

SubhanaLlah... Ana kagum habis dengan ulasan buku Manikam Kalbu karya Faisal Tehrani yang ana baca dari macam-macam blog. Dari blog penulisnya sendiri, dari blog Kak Mu'izzah, dari blog saudara Hakim yang kerjanya memang mengulas karya-karya sastera ulung-ulung semuanya!

Oh, apa istimewanya novel ini? Tertanya-tanya? Bagi ana:


Sebab pertama: Penulisnya adalah penulis yan telah lama mencuri hati ana dengan karya-karyanya yang seringkali meruntun jiwa. Dialah Faisal Tehrani. Abang Faisal ini mampu mencipta karya yang memang ana tak tefikirkan. Novel pertamanya (yang menjadi cinta pertama ana) yang ana baca : 1515. Lihat saja pada novel epik sejarah 1515 yang memang memutar kembali kesultanan Melaka dahulu dan kepahlawanan seorang serikandi Melaka yang namanya Nyemah Mulya. Dalam 1511H [KOMBAT] pula beliau merungkaikan satu cerita berupa impian (lebih kuranglah, sebab ceritanya adalah berdasarkan masa hadapan) dengan menunjukkan keunggulan Islam menguasai dunia semula setelah sekian lama khilafah Islamiyah terkubur dari bumi Allah, dengan ciptaan teknologi yang moden sungguh (oh, semua jadi cyborg!) . Oh, masih teringat Komander Emrullah dan zaujahnya Zinnira dalam kisah itu. Juga Komander Muhammad Ameen. Novel ini membawa mesej futuwwah yang perlu sama-sama pembaca memikirkannya.


comel kan si kucing gemuk itu?


Sebab kedua: Hmm, ana tertarik pada judul buku ini juga ilustrasi kulit depannya. Menarik! Manikam itu umpama permata dan Kalbu itu hati. Pernah dengarkan pepatah, hanya manikam yang mengenal jauhari? Pernahkan? Ilustrasi depannya adalah gambaran seekor kucing memakai tegkolok sedang menjahit baju menggunakan mesin jahit singer. Hehe.. Pelukis ilustrasinya sinaganaga. Pelukis berbakat! Ana pun terpikat dengan kucing gemuk!


Wah, tak boleh jadi ni! Baca ulasan buku ni di merata-rata blog sampai ana mimpi-mimpi jumpa buku ni kata rak buku yang bercahaya. Heheh.. Gembira tak terkata. Tapi, hanyalah mimpi. Tak lebih, tak kurang. Huhu...

Andainya ada orang sudi hadiahkan ana novel Manikam Kalbu pada ana, ana sangat berbesar hati dan takkan lupa orang tu selagi novel itu di sisi. Hehe.. Punyalah kempunan.

Oh, tak boleh jadi ni! Saya teramatlah kepingin dan mengidam untuk memilik Manikam Kalbu. Oh, macam apa je. Berikan saya satu, boleh? ;)

aslim taslam...

1 ulasan:

-['_']- berkata...

salam...oh...buku ini...hummm...lupa pula...esok ana prlu bntuan nti...oh...hrap dbantu ya...salam 3laik