Saya mengukir perubahan lagi.
Saya pindahkan diri saya ke sini.
Persaksikannya.
Mahu berubah.


tanganku yang kecil... duniaku yang besar... rabbi yuqawwiy.




Sebenarnya...
abah garang bila masanya.
abah cool bila masanya.
Jangan jadi macam kelekatu.
Abah Lelakiku
Dilingkungi kesabaranmu
mendidikku dengan cinta
kasih sayangmu bercahaya
seiring cinta kekasihmu
Sesekali mampir di ingatan
aku dulu wangiannya dosa
dan kau menepis harumnya
dengan maaf dan sedar
aku dulu duduknya silap
dan kau letakkanku dalam kebenaran
aku dulu mulanya sifar
dan kau memanusiakanku
saban waktu
Dalam sungai masa
yang tiada akan terhenti ini
izinkan segalanya
berbayar kasihku padamu
Allah redhai dia
seperti mana dia kasihiku
waktu kecilku.
Abah
kusayang abah.
Abah
lelaki hidupku.-anakandamu: raehan intisor, bint mun'im-
"Eh, apa ni?"
Bekerjalah, Qurrah! Kata nak 12 A, mana USAHANYA???
suvarnabhumi - kaulupa namanya
bilangmu banjaran emas
sedang sini hanya ada hujan batu
dan sana punya hujan emas
kaulupa lagi?
CUTI membunuh hati!
Saya tak mahu!
'Izzati, betapa kamulah wardah yang sering aku ceritakan untuk diriku.
Bagai bayu di malam hari. Pelangi di pagi hari.
Dan keterbatasan waktu mengajarku untuk lebih menghargai.
"ya Allah, redhai ketulusanhati
ya Allah, berikan ku ketabahan
ya Allah, aku sanggup berkorban
demi rahmat-Mu ya Allah"
OST Ketulusan Hati (Sinetron Aqso Madina)
SATU
saat penghulur Cinta
hadir di depan mata
sekotak maaf dihulur kembali
tanpa bicara
"Tak apalah tak jumpa. Mungkin ALLAH nak ganti dengan yang lebih best."
Apa sudah ada yang menjemput?